Langkah 1 - Siapkan semua komponen-komponen untuk merakit komputer.
![]() |
| Komponen Komputer |
Langkah 2 - Pasangkan Processor, CPU Cooler dan Memory/RAM ke Motherboard.
Processor adalah sebuah IC yang mengontrol keseluruhan jalannya sebuah sistem komputer dan digunakan sebagai pusat atau otak dari komputer yang berfungsi untuk melakukan perhitungan dan menjalankan tugas. Processor terletak pada socket yang telah disediakan oleh Motherboard, dan dapat diganti dengan Processor yang lain asalkan sesuai dengan socket yang ada pada Motherboard. Salah satu yang sangat besar pengaruhnya terhadap kecepatan komputer tergantung dari jenis dan kapasitas Processor.
Cara memasang Processor adalah sebagai berikut:
- Buka pengunci Socket Processor pada Motherboard.

Memasang Processor - Pasangkan Processor ke Motherboard. ( Perhatikan bahwa Processor mempunyai tanda pada salah satu sudutnya, dalam hal ini biasanya ditandai dengan lekukan, lubang atau anak panah).
- Cocokan tanda tersebut dengan tanda yang ada pada Socket Processor (Jika Anda melakukan hal tersebut di atas dengan tepat, maka Processor akan dapat dimasukkan ke socketnya dengan baik dan benar).
- Kemudian kunci kembali socket tersebut, dengan cara menekan tuas kebawah dan mengaitkan pada pengunci yang ada.
- Siapkan CPU Cooler dan Pasta Processor.

Memasang CPU Cooler - Lapisi Processor yang sudah terpasang dan permukaan CPU Cooler dengan pasta yang sudah dipersiapkan tadi.
- Kemudian pasangkan CPU Cooler tepat diatas Processor yang sudah terpasang, lalu kencangkan pengunci pada CPU Cooler.
- Hubungkan daya yang terdapat pada CPU Cooler dengan Motherboard.
- Perhatikan slot memory Anda, apakah sudah sesuai dengan jenis memory yang Anda gunakan.
- Jika sudah sesuai, maka pasangkan memory komputer Anda pada slot yang sudah disediakan.
- Kemudian klik pengait pada masing-masing ujung memory agar memory tidak bergerak-gerak.
Langkah 3 - Memasang Hardisk dan CD/DVD Drive.
Sebelum memasang Hardisk ke casing, anda lharus adalah mengenal jenis Hardisk yang akan Anda gunakan. Untuk Hardisk yang sering digunakan saat ini yaitu Hardisk ATA dan SATA. Jika Anda Menggunakan Hardisk ATA maka kabel penghubung dari Hardisk ke Motherboard yang harus Anda gunakan adalah Kabel IDE, dan jika Anda menggunakan Hardisk SATA maka silahkan gunakan kabel SATA. Perbedaan kabel IDE dan SATA terletak pada fisik kabel, kabel ATA lebih lebar dari pada kabel SATA. Biasanya kabel ATA digunakan untuk beberapa perangkat lain selain daripada Hardisk seperti CD/DVD-ROM.
Hardisk ATA dan SATA
Cara memasang Hardisk dan CD/DVD Drive adalah sebagai berikut:

Memasang Jumper Hardisk - Pertama, aturlah jumper pada hard disk. Jumper ini ada di bagian belakang hardisk dan memiliki tiga sampai lima pasang pin. Bila hardisk yang akan Anda pasang cuma satu, maka setlah jumper ke posisi "MASTER". Jika ada dua hardisk, maka cabut jumper hard disk ke dua dan posisikan sebagai "SLAVE". Petunjunk pemasangan jumper biasanya ada pada sisi atas hardisk.
- Pasang kabel data SATA pada port data di belakang hardisk. Pemasangannya tidak sulit. Cocokkan saja ujung kabel dengan port data di hardisk, jadi tidak mungkin terbalik. Lalu, pasang ujung satunya dari kabel data tersebut pada port SATA 1 atau primary SATA pada Motherboard. Cara pemasangannya sama dengan pemasangan ke hardisk.
- Kemudian letakkan
hardisk pada tempat yang sudah disediakan di casing, biasanya ada
beberapa slot, kemudian kencangkan dengan skrup yang tersedia. Setelah
itu pasanglah kabel power dari Power Supply ke Hardisk. Jika Power
Supply Anda model lama yang tidak mempunyai kabel power untuk SATA, Anda
bisa menggunakan kabel power Konverter (lihat gambar).

Cara Memasang Hardisk - Untuk pemasangan CD/DVD drive kurang lebih sama dengan pemasangan Hardisk. Hanya penempatannya saja yang sedikit berbeda, biasanya CD/DVD Drive ditempatkan pada bagian teratas pada casing. Sebelum menempatkan CD/DVD Drive, buka dulu penutupnya yang terbuat dari plastik, Kemudian tekan penutupnya dari bagian dalam.
Langkah 4 - Merakit kabel komputer.
Setelah semua komponen komputer terpasang, langkah selanjutnya adalah merakit kabel-kabel komputer, baik kabel I/O, kabel hardisk, kabel CD ROM, Kabel power CPU dll. Anda cukup memperhatikan gambar berikut ini untuk panduan Anda memasang kabel-kabel untuk merakit komputer Anda.
Sebaiknya Anda benar-benar memperhatikan langkah yang satu ini, karena ini merupakan salah satu yang paling central dalam merakit komputer, jika kabel yang Anda hubungkan ternyata salah maka akan berakibat fatal. Akan tetapi Anda tidak perlu khawatir berlebihan, setiap kabel sudah disetting sedemikian rupa agar berbeda dengan yang lain, jadi Anda tinggal mencocokkan saja dengan colokannya. Berikut adalah beberapa gambar untuk merakit kabel-kabel komputer.
![]() |
| Merakit Kabel Komputer |
Langkah 5 - Terakhir adalah menginstall Sistem Operasi sesuai kebutuhan Anda.
Setelah Anda selesai merakit komputer Anda, langkah terakhir yang harus dilakukan agar komputer bisa Anda gunakan dengan baik adalah mengistall Sistem Operasi (Operating System). Sistem Operasi adalah seperangkat program yang mengelola sumber daya perangkat keras komputer atau Hardware, dan menyediakan layanan umum untuk aplikasi perangkat lunak atau Software.
Sistem Operasi juga bertugas untuk melakukan kontrol dan manajemen perangkat keras serta operasi-operasi dasar sistem, termasuk menjalankan perangkat lunak aplikasi seperti program-program pengolah kata dan peramban web.
Untuk jenis-jenis sistem Operasi yang digunakan komputer secara umum terbagi menjadi 3 kelompok yaitu Keluarga Microsoft, Keluarga UNIX dan Keluarga Mac OS. Untuk penginstalan Sistem Operasi sebaiknya Anda sesuaikan dengan kebutuhan Anda. Jika Anda masih awam mengenai Sistem Operasi sebaiknya Anda gunakan Sistem Operasi dari Keluarga Microsoft, karena Sistem Operasi ini masih paling familiar dan banyak digunakan oleh semua kalangan. Akan tetapi jika Anda ingin mencoba Sistem Operasi dari keluarga UNIX dan Mac OS juga tidak ada salahnya. Hanya saja mungkin Anda butuh sedikit Tutorial Belajar Komputer, agar Anda dapat Mengoperasikan Komputer Dengan Baik dan Benar.
| Cara Menyetting Komputer dan Meningkatkan Performa Komputer BIOS BIOS (Basic Input Output System) merupakan system dasar yang terintegrasi di dalam motherboard.Dengan kata lain meskipun PC anda tidak memiliki Hard Disk , PC masih bisa di jalankan di dalam BIOS.Di sini ada beberapa hal yang bisa anda lakukan untuk menambah performa PC anda: 1. Setelah anda menyalakan PC tekan tombol “delete” pada keyboard untuk masuk ke menu BIOS (ada juga yang menggunakan tombol “F1” untuk masuk ke menu bios. 2. Pilih menu “Advanced BIOS Features”…. 3. Pilih menu item “Full screen LOGO Show” ,pilih “Disabled”.Fungsinya untuk menonaktifkan full screen logo pada saat booting.Hal ini akan memangkas waktu booting PC anda sampai 3 detik. 4. Pilih menu item “Small Logo (EPA)Show” ,pilih “Disabled”. 5. Tekan tombol “F10” , kemudian “Y” (Yes) Setelah itu tunggu PC restart dan masuk ke Windows… WINDOWS Windows adalah salah satu jenis operating system yang digunakan pada PC selain itu misalnya : Linux , Macintosh dll.Tapi disini saya akan membahas OS Windows XP yang sudah di kenal oleh banyak kalangan. Ok,kita lanjutkan….. Coba anda perhatikan taskbar di sebelah pojok kanan bawah , apakah banyak icon aplikasi yang muncul di sana? Jika benar , berarti anda perlu mensetting program start up Windowsnya. Langkah-langkahnya: 1. Klik “Start” button di pojok kiri bawah (biasa di sebut “start menu”) 2. Pilih “Run”…. ![]() 3. Kemudian ketik “msconfig” , dan klik OK ![]() 4. Setelah itu akan muncul menu “System Configuration Utility” 5. Klik tab “start up” , anda akan mendapatkan banyak sekali aplikasi non underWindows yang harus di loading system pada saat start up 6. Untuk lebih mudahnya anda bisa langsung klik “disable all” (recommended) 7. Atau jika anda ragu anda bisa memilih satu persatu aplikasi apa saja yang akan di non aktifkan pada saat start up. 8. Anda tidak perlu khawatir aplikasi yang di nonaktifkan tidak bisa dijalankan , sebab anda masih bisa mengaktifkan pada saat dibutuhkan saja. 9. Kemudian klik “Apply”…. ![]() Jika anda sudah melakukan semua langkah di atas , anda bisa melanjutkan ke konfigurasi selanjutnya. 1. Tetap di menu “System Configuration Utility”….. 2. Klik tab “ Services”…. 3. Klik “Hide All Microsoft Services” , pilih “disable all” 4. Klik “Apply”….. 5. Jika PC anda tidak terkoneksi dengan internet , saya sarankan semua services yang berhubungan dengan internet & network dinonaktifkan saja , agar tidak membebani kinerja PC anda.Caranya , klik kembali “Hide All Microsoft Services” , untuk menampilkan semua services. 6. Uncheck (hilangkan tanda cawang) pada beberapa services yang berhubungan dengan internet & network , missal :server , workstation ,network connection dll 7. Klik “Apply”…. ![]() 8. Kemudian pilih “close”….. 9. Akan muncul dialog box , apakah computer akan di restart sekarang atau di restart nanti saja.Klik “Restart….”untuk mendapatkan efek dari konfigurasi yang telah dilakukan tadi. 10. Setelah computer restart akan muncul dialog box yang menyatakan bahwa anda telah melakukan konfigurasi , check “Don’t show message…..” , agar dialog box ini tidak tampil lagi pada saat start up. Langkah yang terakhir adalah mengoptimasi hardware anda , yaitu “Hard disk”…. HARD DISK Hard disk adalah salah satu bagian dari PC yang di gunakan untuk menyimpan file atau data.Jika anda telah memakai PC dalam kurun waktu yang agak lama , biasanya data yang tersimpan dalam hard disk akan tidak beraturan atau “fragmented”.Ini menyebabkan system agak lama dalam membaca data anda , sehingga menyebabkan performa PC anda menurun.Dalam windows sudah tersedia fasilitas untuk mengatasinya yaitu “defragmentation”. 1. Klik 2 kali shotcuts “My Computer” di desktop screen. 2. Sorot “Local disc (C:)” , klik kanan , pilih “Properties” 3. Klik tab “Tools” , pilih “defragment now”….. ![]() 4. Setelah muncul menu defragmentation , terlebih dulu anda klik “Analyze”… 5. Tunggu beberapa saat.Setelah itu akan muncul dialog box yang menyatakan apakah anda perlu atau tidak melakukan defragment? 6. Jika yang muncul “You should defragment this volume”..pilih “defragment” 7. Tunggu sampai proses ini selesai.Waktu yang dibutuhkan untuk defragment tergantung dari kapasitas hard disk masing-masing.Jika kapasitas hard diak anda besar , maka proses ini akan membutuhkan waktu yang agak lama. 8. Setelah defragment completed atau selesai , silahkan restart PC anda… |








Tidak ada komentar:
Posting Komentar